Galih Ramadhan
Ex-brand manager FMCG. Obsesi: positioning yang bikin harga bukan satu-satunya alasan beli.
Bukan sekadar mengurus digital marketing
Jagobranding lahir 2016 dari frustrasi sederhana: banyak owner bayar agency mahal tapi tidak paham uangnya jadi apa. Kami bangun model yang dibalik — mulai dari target bisnis, bukan dari paket posting.
Tahun 2016 kami hanya 3 orang di ruko Kebon Jeruk. Klien pertama kami toko furnitur yang omzetnya stagnan 2 tahun. Bukan ads yang kami perbaiki pertama kali — tapi cara mereka menjawab chat. Response time turun dari 4 jam ke 7 menit, closing naik 31% sebelum kami sentuh iklan sepeser pun.
Dari situ prinsip kami tidak berubah: channel tidak menyelamatkan bisnis yang fondasinya bocor. Makanya setiap kerja sama selalu mulai dari Growth Audit — bedah positioning, offer, funnel, dan data. Baru bicara budget iklan.
Hari ini kami 28 orang: strategist, media buyer, SEO specialist, copywriter, designer, dan data analyst. Tidak ada tim yang dilempar ke 20 klien sekaligus. Satu squad pegang maksimal 5 brand supaya mikirnya dalam.
Ex-brand manager FMCG. Obsesi: positioning yang bikin harga bukan satu-satunya alasan beli.
Ngatur Rp40M+ ad spend. Prinsip: matikan iklan jelek lebih cepat dari nyalakan yang baru.
Editorial mind, direct-response heart. Bikin konten yang enak dibaca dan dorong closing.
Ceritakan target 12 bulan ke depan. Kami kasih peta jalannya.